Kotak Pencarian

Memuat...
Ada kesalahan di dalam gadget ini

8.4.11

HUBUNGAN KERJASAMA ANTARA GURU DAN ORANGTUA DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA

HUBUNGAN KERJASAMA ANTARA GURU DAN ORANGTUA

DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Satu persepsi tujuan yang sama guru dan orang tua dalam pendidikan yakni mengasuh, mendidik, membimbing, membina serta memimpin anaknya menjadi orang dewasa dan dapat memperoleh kebahagiaan hidupnya dalam arti yang seluas-luasnya. Hal ini sebagai penunjang pencapaian visi Bangsa Indonesia berdasarkan ketetapan MPR RI No. IV/2004 tentang GBHN (1996:66).

Hal besar itu akan diawali dari pendidikan dari orangtua sebagai pendidik pertama dalam rumah tangga. Sebagai tindak lanjut pendidikan, orangtua yang mempunyai ruang lingkup dan kapasitas yang sangat terbatas maka anak itu disekolahkan. Disinilah dibutuhkan kerja sama yang baik antara guru dan orangtua murid, sehingga murid senantiasa tetap berada dalam kontrol-kontrol. Dengan demikian murid tidak mempunyai peluang untuk melakukan hal-hal yang mengarah pada tindakan yang melanggar tatanan kemasyarakatan.

Dengan kerja sama antara guru dan murid menyebabkan terjadinya pertukaran informasi antara guru dan orangtua sekitar fenomena dan peristiwa yang melingkupi diri murid dalam kehidupan sehari-harinya. Pertukaran informasi sekitar fenomena kehidupan murid baik dalam lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat merupakan suatu titik nadi kehidupan yang perlu diperhatikan oleh guru dan orangtua dalam rangka mengawasi aktivitas keseharian murid, khususnya dalam aktivitas belajarnya.

Kerjasama pengawasan antara guru dan orangtua murid tersebut dimaksudkan agar aktivitas keseharian setiap murid tidak larut dalam aktivitas yang dapat mengganggu aktivitas belajarnya. Melalui kerjasama tersebut orangtua akan memperoleh pengetahuan dan pengalaman tentang tingkat keberhasilan anaknya dalam mengikuti aktivitas disekolah. Disamping itu, orangtua juga akan mengetahui kesulita-kesulitan apa yang sering dihadapi anak-anaknya disekolah, juga dapat memperoleh informasi tentang kondisi anak-anaknya dalam menerima pelajaran, tingkat kerajinan, malas, bodoh, atau bagaimana etikanya dalam pergaulannya. Sebaliknya, guru dapat pula mendapatkan informasi tentang kondisi kejiwaan muridnya yang dipengaruhi oleh lingkungan keluarganya, dan keadaan murid dalam kehidupannya ditengah-tengah masyarakat dan sebagainya.

Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara sekolah (guru), orangtua murid, masyarakat, dan pemerintah. Dengan demikian, semua pihak yang terkait harus senantiasa menjalani hubungan kerja sama dan interaksi dalam rangka menciptakan kondisi belajar yang sehat bagi para murid. Interaksi semua pihak yang terkait akan mendorong murid untuk senantiasa melaksanakan tugasnya sebagai pelajar, yakni belajar dengan tekun dan bersemangat.

Selain interaksi tersebut, ada juga interaksi yang mutlak harus dilaksanakan yang secara langsung dapat mewujudkan aktivitas belajar yang baik, yakni interaksi antara guru dan murid. Interaksi yang dimaksud mengindikasikan terpadunya dua jenis kegiatan yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Aktivitas belajar yang dilakoni murid sebagai pelajar dan aktivitas mengajar yang dilakukan oleh guru sebagau tugas profesional guru dalam pandangan Sudjana (1994:31) bahwa:

Kegiatan yang diharapkan dapat mendorong murid untuk lebih aktif dan lebih bergairah dalam belajar karena kegiatan belajar dan mengajar yang berdaya guna dimaksudkan untuk mencapai tujuan pengajaran atau pembelajaran.

Selanjutnya, hubungan timbal balik antara orangtua dan guru yang benilai informasi tentang situasi dan kondisi setiap murid akan melahirkan suatu bentuk kerja sama yang dapat meningkatkan aktivitas belajar murid baik di sekolah maupun di rumah.

Hubungan kerja sama antara guru dan orangtua murid sangatlah penting. Hal ini tidak tercapai akan berimplikasi pada kemunduran kualitas proses belajar mengajar, dan akan menurunkan mutu pendidikan. Dengan demikian, maka diperlukan langkah-langkah yag dapat mendukung terlaksananya peningkatan aktivitas belajar dari murid yang dilakukan oleh orangtua, guru dan keduanya dalam hubungan kerja sama saling membantu dalam meningkatkan aktivitas belajar dari murid tersebut. Walaupun kendala yang dihadapi yang tentunya tidak sedikit, tetapi dengan tujuan yang jelas sebagai pelaksana dan penanggung jawab pendidikan oleh orangtua dirumah atau di keluarga, dan guru dilingkungan sekolah maka hubungan tersebut dapat diwujudkan.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka dirumuskan masalah sebagai berikut:

1. Bagaimanakah bentuk hubungan kerja sama antara guru dan orangtua dalam meningkatkan aktivitas belajar murid?

2. Apa yang harus dilakukan oleh guru dalam meningkatkan aktivitas belajar murid?

3. Apa yang harus dilakukan oleh orangtua dalam meningkatkan aktivitas belajar murid?

C. Tujuan Penulisan

Adapun tujuan penulisan yang ingin dicapai dalam karya ilmiah ini adalah untuk mengetahui:

1. Bentuk hubungan kerja sama orangtua dengan guru, diharapkan dapat meningkatkan aktivitas belajar murid.

2. Kegiatan-kegiatan yang baik dilakukan oleh guru yang dapat meningkatkan aktivitas belajar murid.

3. Kegiatan yang harus dilakukan oleh orangtua murid agar aktivitas belajar anaknya dapat ditingkatkan.

BAB II PEMBAHASAN KERJASAMA ANTARA GURU DAN ORANGTUA

DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA

A. Tinjauan Tentang Aktivitas Belajar

Aktivitas belajar merupakan aktivitas yang bersifat fisik maupun mental didalam belajar selalu berkaitan, sebagai contoh bahwa ketika orang itu sedang belajar dengan membaca. Secara kelihatan bahwa membaca menghadapi suatu buku tetapi mungkin pikiran dan sikap mentalnya tidak bertuju pada buku yang dibaca. Ini menunjukkan tidak ada keserasian antara fisik dan mental. Jelas bahwa aktivitas dalam arti luas, baik yang bersifat fisik/jasmani maupun mental/rohani karena keduanya akan membuahkan aktivitas belajar yang optimal.

Untuk memudahkan pemahaman mengenai belajar, maka diawali dengan mengemukakan definisi belajar dari beberap ahli pendidikan. Adapun pengertian belajar menurut para ahli adalah sebagai berikut:

1. Ali (1983:14) belajar diartikan sebagai “proses perubahan perilaku’ akibat interaksi individu dengan lingkunga.”

2. Slameto (2003) “belajar ialah suatu proses yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendir dalam interasi dengan lingkungannya.”

3. Sahabuddin (2004), “belajar adalah sebagai suatu proses kegiatan yang menimbulkan kelakuan lama sehingga seseorang lebih mampu memecahkan masalah dalam menyesuiakan diri terhadap situasi-situasi yang dihadapi dalam hidupnya.”

Bila dianalisis pengertian belajar diatas, menagndung unsur-unsur yang sama yaitu:

1) Belajar itu merupakan suatu kegiatan yang didasari dan mempunyai tujuan.

2) Proses belajar itu mengakibatkan perubahan tingkah laku dan perubahan itu disebabkan oleh pengalaman-pengalaman atau latihan-latihan dan bukan disebabkan oleh pertumbuhan atau kematangan.

3) Perubahan tingkah laku dalam belajar sifatnya menetap.

B. PERANAN DAN FUNGSI GURU DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR

Proses belajar-mengajar merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan dengan guru sebagai pemegang peranan utama. Peristiwa belajar mengajar banyak mengakar pada berbagai pendangan dan konsep, perwujudan proses belajar mengajar dapat terjadi dalam beberapa model. Pengertian proses belajar mengajar dikemukakan oleh Usman (1989: 1) bahwa:

Proses belajar-mengajar merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatifuntuk mencapai tujuan tertentu.

Dari pengertian proses belajar mengajar yang telah diutarakan, maka kemudian melahirkan strategi dan penerapannya.

C. TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB ORANGTUA DALAM AKTIVITAS BELAJAR MURID

Anak akan sangat dipengaruhi oleh lingkungan keluarganya, dimana ia pertama kali menerima berbagai aspek pendidikan secara alami dari kedua orangtuanya. oleh karena itu, bentuk pertama dari pendidikan terdapat dalam kehidupan keluarga Namun demikian bukan berarti bahwa pola pendidikan dalam keluarga adalah formal. Seperti yang dikemukakan oleh Zakiah (1984:35) bahwa:

Pada umunya pendidikan dalam rumah tangga bukan berpangkal tolak dari kesadaran dan pengertian yang lahir dari pengetahuan mendidik, melainkan karena secara kodrati suasana dan strukturnya memberikan kemungkinan alami membangun situasi pendidikan.

Orangtua yang terdiri dari ibu dan ayah memegang peranan penting dalam perkembangan anak-anaknya. Anak yang sejak lahir selalu berada disamping ibunya akan mendapatkan kasih sayang dan perhatian ibunya. Sehingga kemudian ia akan meniru atau menuruti segala yang didapatkannya.

D. HUBUNGAN KERJASAMA ANTARA GURU DAN ORANGTUA DALAM MENNINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR MURID

1. Adanya Kunjungan kerumah anak didik

Pelaksanaan kunjungan kerumah anak didik berdampak positif diantaranya :

2. Diundangnya Orangtua Kesekolah

Kalau ada berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh sekolah yang memungkinkan untuk dihadiri oleh orangtua maka akan positif sekali bila orangtua diundang untuk datang kesekolah.

3. Case Conference

Case Conference merupakan rapat atau conference tentang kasus. Conference biasanya dipimpin oleh orang yang paling mengetahui persoalan bimbingan konseling khususnya tentang kasus yang dimaksud tujuannya agar mencari jalan yang paling tepat agar masalah anak didik dapat diatasi dengan baik.

4. Badan pembantu sekolah

Badan pembantu sekolah adalah organisasi orangtua murid atau wali murid dan guru yang dimaksud kerjasama yang paling organisasi antara sekolah atau guru dengan orangtua murid.

5. Mengadakan Surat Menyurat Antara Sekolah Dan Keluarga

Surat menyurat diperlukan terutama pada waktu-waktu yang sangat diperlukan pada perbaikan pendidikan anak didik, seperti surat peringatan dari guru kepada orangtua jika anaknya perlu lebih giat, sering membolos, sering berbuat keributan dan sebagainya.

6. Adanya Daftar Nilai Atau Raport

Raport yang biasanya di berikan setiap catur wulan kepada para murid dapat dipakai sebagai penghubung antara sekolah dengan orangtua. Sekolah dapat memberi surat peringatan atau meminta bantuan orangtua bila hasil raport anaknya kurang baik atau sebaliknya jika anaknya mempunyai keistimewaan dalam suatu mata pelajaran, agar dapat lebih giat mengembangkan bakatnya atau minimal mampu mempertahankan apa yang sudah dapat diraihnya.

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan

1. Hubungan kerjasama antara guru dan orangtua dalam meningkatkan aktivitas belajar murid adalah Adanya kunjungan ke rumah anak didik,di undangnya orangtua ke sekolah, case Conference, badang pembantu sekolah, mengadakan surat menyurat antara sekolah dan keluarga, adanya daftar nilai atau raport.

2. Yang harus dilakukan oleh guru dalam meningkatkan aktivitas belajar murid adalah memberikan bimbingan dan dorongan dalam mengimbangkan sikap dan tingkah laku agar murid menguasai materi pelajaran yang diajarkan, memeberikan motivasi kepada murid agar dapat mencapai hasil belajar yang baik, merangsang dan memberi dorongan untuk belajar dengan baik dan efektif.

3. Yang dilakukan orangtua dalam meningkatkan aktivitas belajar murid adalah:

a. Membantu anak bila mendapat kesulitan dalam memahami tugas yang diberikan.

b. Mengontrol waktu belajar anak dirumah.

c. Membantu anak dalam menggunakan waktu luangnya untuk belajar.

d. Memberikan perhatian yang cukup kepada anak dalam hal belajar.

B. Saran-Saran

1. Orangtua dan guru harus terlibat da1am belajar murid, baik di rumah maupun di sekolah agar murid tersebut dapat' mencapai hasil belajar yang baik dan berkualitas.

2. Hubungan antara orangtua dan guru dalam meningkatkan aktivitas belajar murid hams tetap dipelihara dengan baik agar murid mendapat pendidikan yang lebih berkualitas dan bermanfaat bagi murid.



DAFTAR PUSTAKA

Ali, 1983. H. Sahabuddin, 1999 Slameto, 2003. Mengajar dan Belajar. Ujung Pandang Badan Penerbit Universitas Negeri Makassar.

Zakiah, 1984. M. Ngalim Purwanto, MP, 1995. Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis. Jakarta PT. Remaja Rosdakarya Bandung.

Abdul Haling, 2004. Belajar dan Pembelajaran. Makassar Penerbit Universitas Negeri Makassar.

Mulyani Sumantri, Johar Permana, 1998-1999. Stratregi Belajar Mengajar . debdikbud Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Proyek Pendidikan Guru Sekolah Dasar.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Jika Anda suka artikel ini, mohon dukung dengan cara klik salah satu link di bawah ini.

Amazing! http://clanshelper.com/ - I got free CoC gems here! Get yous too in less than two minutes!! Everybody is already using free CoC gems from here.(CMXNZgFDGc)
Ada kesalahan di dalam gadget ini