Kotak Pencarian

Memuat...
Ada kesalahan di dalam gadget ini

9.1.11

IMPLEMENTASI KEIMAN TERHADAP PERILAKU HEDONISME REMAJA
oleh : Muklis Kurniawan


LATAR BELAKANG
Implementasi keimanan remaja islam mampu mengurangi perilaku kenakalan remaja islam di Indonesia saat ini. Menurut M. Amin syukur dalam bukunya yang berjudul “teologi islam terapan: upaya antisipatif terhadap hedonisme kehidupan modern” menyebutkan bahwa , kenakalan remaja saat ini telah menjurus kepada tindakan kriminal yang jumlahnya semakin meningkat dari hari ke hari dan bentuknya pun semakin kejam dan sadis (M.Amin Syukur:2003).
Jadi dari uraian diatas dapat kita ketahui bahwa implementasi keimanan terhadap perilaku kenakalan remaja (hedonisme) islam di Indonesia perlu mendapat sorotan dan upaya penangulangan kita bersama.

IMPLEMENTASI IMAN TERHADAP PERILAKU HEDONISME REMAJA

A. PENGERTIAN DAN INDIKATOR KEIMANAN
Iman berasal dari bahasa Arab, yaitu amina-yukminu-imanan. Secara ethimologi artinya yakin atau percaya. Sedangkan ,menurut hadit iman adalah mebenarkan dengan hati, mengucpkan dengan lisan dan mengamalalkannya dalam kehidupan sehari-harinya. Dalam surat Albaqarah ayat 165, yang berbunyi”Alladzina aamanuu Asyaddu hubban Illaah” yang artinya orang yang beriman sangat luar biasa dicintai Allah Swt. Setiap manusia memiliki benih iman, hal ini ditegaskan oleh Allah dalam Al Qur’an surat Ar Rum ayat 30 yang menyatakan bahwa “setiap ciptaan dan dan dalam hal ini manusia fitrahnya adalah mengesakan Allah”. Fitrahnya disini adalah beriman kepada Allah.
Indikator seseorang dikatakan beriman adalah sebagai berikut :
  1. Bergetar hatinya ketika disebut nama Allah. Bergetar karena rasa dekat Nya, atau karena takut akan siksa Nya atau karena sangat bahagia. (QS. Al anfal ; 2)
  2. Bertambah keimanannya ketika dibacakan ayat-ayat Allah, kemudian bergejolak hatinya untuk segera mewujudkannya atau melkasanakannya.
  3. Senantiasa bertawakal kepada Allah, artinya secara lahiriah mereka bersungguh-sungguh atau berusaha keras dan secara bathiniah dengan banyak berdoa emmohon dengan penuh harap kepada Allah.
  4. Mendirikan Shalat dan menafkahkan sebagian rejeki di jalan Allah.

B. PERILAKU HEDONISME REMAJA

Menurut F.B. Surbakti dalam bukunya yang berjudul “Kenalilah Anak Remaja Anda” hedonisme adalah etika atau pandangan yang menganggap kesenangan dan kenikamatan sebagai tujuan utama hidup. Kesenangan atau kenikamatan merupakan nilai tertinggi dalam hidup mereka. Sadar ataw tidak, banyak remaja yang menempatkan kenikamatan sensual, kenikamatan meteril, atau kenikamatan intelektual sebagai nilai tertinggo di adalam hidup mereka. Dampak dari sifat hedomisme adalah sikap hidup yang konsumtif dan egosentris. Sikap hidup konsumtif mendorong para remaja menjadi remaja pasif, statis damn malas berfikir. Sikap hidup egosentris mendorong manusia berfikir berdasarkan perspektif sendiri.
Oleh karena itu, sikap hedonisme adalah pencerminan sikap individualistis yang mengindikasikan betapa rendahnya perilaku remaja islam di Indonesia saat ini.

C. HUBUNGAN IMPLEMENTASI KEIMANAN TERHADAP PERILAKU HEDONISME REMAJA

Majone dan Wildavsky (dalam Nurdin dan Usman, 2002), mengartikan Implementasi sebagai evaluasi. Browne dan Wildavsky (dalam Nurdin dan Usman, 2004:70) mengemukakan bahwa ”Implementasi adalah perluasan aktivitas yang saling menyesuaikan”. Jadi implementasi mengandung arti bahwa implementasi bukan sekedar aktivitas, tetapi suatu kegiatan yang terencana dan dilakukan secara sungguh-sungguh berdasarkan acuan norma tertentu untuk mencapai suatu tujuan.
Maka implementasi keimanan adalah suatu komitment antara seseorang dengan dirinya sendiri dan Allah SWT yang dilakukan secara sungguh-sungguh, sistematik, progresif, kontinyu dengan tetap berorientasi pada nilai soaial. Nilai implementasi keimanan sangat bernilai karena berfungsi sebagai pedoman hidup pagi umat manusia(QS Albaqarah :1-5) khususnya para remaja sebagai pedoman hidup untuk menghindari, mengurangi bahkan mebetengi diri dari sikap dan perilaku hedonisme yang akan menjerumuskan, dan menghancurkan masa depan dirinya sendiri, keluarga, masyarakat bangsa dan Negara baik di dunia maupun di akhirat.

PENUTUP
Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. QS. At Taghabuun (64) : 11. Dari ayat diatas jelaslah bahwa dengan keimanan seseorang akan diberi petunjuk kepada hatinya kebenaran yang hakiki yang menuntun dan membimbingnya ke dalam kebahagian yang sebenar-benarnya.

Daftar pustaka

Syukur,M. Amin. Teologi islam terapan: upaya antisipatif terhadap hedonisme kehidupan modern. Tiga Serangkai. 2003
Syafrudin Nurdin, Basyiruddin Usman . Guru Profesional dan Implementasi Kurikulum. Jakarta:2004
.Az-Zabalawi. Sayyid Muhammad. Pendidikan Remaja antara Islam & Ilmu Jiwa. Gema Insani. 2007

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Jika Anda suka artikel ini, mohon dukung dengan cara klik salah satu link di bawah ini.

Amazing! http://clanshelper.com/ - I got free CoC gems here! Get yous too in less than two minutes!! Everybody is already using free CoC gems from here.(CMXNZgFDGc)
Ada kesalahan di dalam gadget ini